Date & Time  | 

Kampanye Gerakan Sadar Konsumsi Pangan B2SA

Desa Baning Kota – Gerakan Sadar Pangan aman Beragam Bergizi Seimbang dan Aman B2SA), sukses dan berjalan lancar yang di gelar di Kantor Desa Baning Kota Seperti yang kita ketahui tidak semua pangan yang kita konsumsi sehari-hari itu aman dari berbagai bahan yang berbahaya lainnya untuk itu perlu adanya gerakan sadar pangan aman bagi ini segera diaplikasikan di elemen masyarakat supaya masyarakat tau dan sadar betapa pentingnya mengetahui pangan yang aman dan sehat. (Kamis 16 November 2023).

Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar Ny Jamiah, S.P Mengatakan Saat ini kenyataannya konsumsi umbi-umbian di masyarakat masih rendah khususnya sebagai sumber pangan karbohidrat non-beras, hal ini dipicu oleh persepsi yang berlaku umum di masyarakat, yaitu “belum makan kalau belum makan nasi”. Disamping itu sebagian masyarakat beranggapan kalau mengkonsumsi umbi-umbian, jagung atau sagu dianggap inferior (makanan orang miskin). Padahal tidak demikian halnya, karena sumbangan energi yang dihasilkan oleh kelompok umbi-umbian tersebut setara dengan energy yang dihasilkan oleh nasi. Sebagai perbandingan kalori 100 gram nasi setara dengan 100 gram singkong atau 50 gram jagung atau 200 gram kentang atau 50 gram sagu atau 150 gram ubi.

Ketua TP PKK Kab Sintang Ny. Rita Cendanawangi Melkianus, Amd.keb., Mengatakan Memang bukanlah pekerjaan yang mudah untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan ketahanan pangan dalam kondisi Negara yang sedang melakukan penataan dengan berbagai permasalahan yang komplek, karena secara substansi dan esensi, hasil-hasil pembangunan ketahanan pangan membutuhkan waktu lama dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat termasuk Tim Penggerak PKK dalam partisipasinya sebagai agent pembaharuan terutama pada pembinaan peningkatan kesejahteraan keluarga yang dapat membangun ketahanan pangan dan perekonomian keluarga dan masyarakat.

Kades Baning Kota Muryadi, A.Md menyambut baik kegiatan Kampanye B2SA tersebut karena Implementasi konsumsi pangan yang memenuhi prinsip Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dalam keluarga dilakukan melalui pemilihan bahan pangan dan penyusunan menu. Kualitas konsumsi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Pengetahuan akan pentingnya konsumsi pangan B2SA tersebut perlu disosialisasikan sampai pada tingkat terkecil dalam kelompok masyarakat, yaitu keluarga. Didalam suatu keluarga, ibu yang berperan sebagai penentu dan penyedia menu keluarga dan memegang peranan penting terhadap kualitas konsumsi pangan setiap individu dalam keluarganya.

Adapun tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyakat dalam mengembangkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dan untuk mewujudkan hidup sehat aktif dan produktif sesuai amanah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Infografis

Galeri Video